Selasa, 15 Januari 2013

laporan matematika: maple untuk himpunan





BAB 1. PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Dalam matematika kita mengenal yang namanya himpunan, himpunan adalah suatu konsep cabang ilmu matematika. Secara intuitif, himpunan adalah setiap daftar, kumpulan atau kelas obyek obyek yang didevinisikan secara jelas. Objek objek dalam himpunan himpunan ini dapat berupa bilangan, orang, benda mati atau apapun. Dalam konsepnya himpunan berhubungan erat dengan mengelompokkan suatu bilangan atau suatu benda yang sama. Dalam prakteknya,mahasiswa sering kesulitan untuk menyelesaikan tugas tentang himpunan, sedangkan himpunan merupakan salah satu mata kuliah dari matematika dasar yang akan dipelajari dalam semester 1 ini. Tapi dengan berkembangnya teknologi, saat ini ada suatu program yang dapat menyelesaikan masalah tentang himpunan yakni program maple. Maple adalah salah satu software yang digunakan dalam pengoperasian matematika, didalamnya terdapat notasi notasi matematis pada proses perhitungan yang dijalankan. Dengan adanya program maple kita dapat menyelesaikan tugas tugas himpunan dengan mudah dan menyenangkan. Oleh karena itu praktikan ingin mempelajari tentang “pengaplikasian himpunan dalam maple”.

1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada laporan ini adalah:
a.    Apa pengertian himpunan?
b.    Bagaimana pengaplikasian himpunan dalam maple?




1.3  Tujuan
Adapun tujuan dalam laporan ini adalah:
a.    Mengetahui pengertian dari himpunan
b.    Mengetahui pengaplikasian himpunan dalam maple

1.4  Manfaat
Adapun manfaat dari di buatnya laporan ini adalah:
a.    Mampu mengetahui pengertian himpunan.
b.    Mampu mengetahui pengaplikasian himpunan dalam maple



















BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Himpunan
Himpunan adalah suatu koleksi elemen elemen. Elemen elemen ini dapat berupa bilangan, orang, benda mati atau apapun. Secara khusus himpunan adalah sejumlah sesuatu yang dikelompokkan dalam suatu cara tertentu ntuk membentuk suatu keseluruhan.
2.2 Notasi
Himpunan himpunan akan selalu dinyatakan dengan huruf huruf besar,seperti A, B, C, D, X, Y,.. elemen elemen dalam himpunan himpunan ini akan selalu dinyatakan dengan huruf huruf kecil. Bila kita mendefinisikan suatu himpunan tertentu dengan menyatakan secara jelas anggota anggotanya,misalnya A terdiri atas bilangan bilangan 1,3,7 dan 10,maka kita menulis
A = {1,3,7,10}
Yaitu, elemen elemen dipisahkan oleh koma koma dan ditutup dalam tanda kurung {} kita menyebut bentuk ini bentuk pendaftaran dari himpunan. Tetapi bila kita mendefinisikan suatu himpunan tertentu dengan menyatakan sifat sifat yang harus dipenuhi oleh elemen elemennya,misalnya B adalah himpunan dari semua bilangan bilangan genap, maka kita pergunakan suatu huruf ,biasanya x, untuk menyatakan sebarang elemen dan kita tulis.
B= {x | x genap}
Yang berbunyi “B adalah himpunan dari bilangan bilangan x dimana x genap”. Kita menyebut bentuk ini bentuk pembangun-himpunan/rincian dari himpunan. Perhatikan bahwa garis vertikal ”|” dibaca “dimana”.

2.3 Sifat Sifat Elemen Dalam Himpunan
Sifat sifat elemen dalam himpunan adalah:
1.      Harus terdapat pernyataan yang menyatakan apakah suatu elemen ada atau tidak ada dalam himpunan.
2.      Urutan kemunculan elemen dalam himpunan tidak penting.
3.      Elemen elemen dalam himpunan adalah berbeda.
Dari pernyataan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa dua himpunan sama jika dan hanya jika mereka mengandung elemen elemen yang sama atau identik. Jika dua himpunan sama maka mereka mengandung elemen elemen yang sama atau identik, dan jika mereka mengandung elemen yang identik maka dua himpunan itu sama.
Contoh: A = {2,4,6}
              B = {6,4,2}
Maka dapat disimpulkan A = B
Dua himpunan boleh mengandung jumlah elemen sama,tetapi belum tentu sama

2.4 Korespondensi Satu Satu
       Koresponden Satu-Satu adalah dua himpunan setara yang setiap elemen himpunan pertamanya dapat dipasangkan dengan satu dan hanya satu elemen himpunan kedua dan jika setiap elemen himpunan kedua dapat dipasangkan dengan satu dan hanya satu elemen himpunan pertama. Jika terdapat suatu korespondensi satu satu antara elemen kedua himpunan itu maka himpunan himpunan itu setara.
       Himpunan himpunan setara adalah himpunan yang mengandung elemen sama banyak. Jika dua himpunan sama maka mereka setara. Tetapi jika kebalikannya belum tentu benar karena definisi kesamaan menyatakan bahwa elemen yang identik harus ada pada keduanya.
Contoh:           A={P,Q,R}
                        B={merah,hijau,kuning}
       Karena elemem A dan B dapat diletakkan ke dalam suat korespondensi satu satu maka A dan B setara,tetapi A  B
Himpunan tanpa elemen disebut himpunan nol atau himpunan kosong dan boleh ditulis A={ } atau A=
Himpunan yang mengandung sejumlah berhingga elemen dapat dituliskan dalam bentuk pendaftaran,atau oleh penulisan pembentukan himpunan:
                        A={x 3
       Penulisan diatas dibaca: himpunan A = himpunan semua x sedemikian sehingga x bilangan asli lebih besar 3 atau lebih kecil dari 7.suatu himpunan dikatakan mengandung tak hingga banyaknya elemen jika ia dapat diletakkan kedalam suatu kerespondensi satu satu dengan :
                        A = {1,2,3,...} ,dimana A adalah bilangan asli.

2.5 Himpunan Semesta
       Dalam setiap pemakaian teori himpunan, semua himpunan yang ditinjau adalah subhimpunan dari sebuah himpunan tertentu. Himpunan ini kita sebut himpunan-semesta atau semesta dari uraian.Himpunan semesta digunakan untuk menyatakan seluruh koleksi atau anggota objek yang diamati. Kita nyatakan himpunan ini dengan U.

2.6 Himpunan kuasa
       Keluarga dari sebuah subhimpunan sebuah himpunan s dikatakan himpunan kuasa dari s dengan
Contoh 11.1 misalkan M={a,b}.maka 2m={{a,b},{a},{b}, }
Jika sebuah himpunan S adalah terbatas,dikatakan S mempunyai n elemen maka himpunan kuasa dari S dapat diperlihatkan mempunyai elemen elemen sebanyak 2n. Ini adalah salah satu alasan mengapa kelas dari subhimpunan-subhimpunan S disebut himpunan kuasa dari S dan dinyatakan dengan 2s.
     

     
2.7 Operasi dalam Himpunan
Operasi operasi dalam himpunan meliputi perpaduan (gabungan), potongan (irisan), dan selisih himpunan-himpunan. Berikut adalah penjelasan dari operasi operasi tersebut.
a.           Perpaduan (gabungan)
Perpaduan himpunan himpunan A dan B adalah himpunan dari semua elemen elemen yang termasuk dalam A atau B atau keduannya. Kita nyatakan perpaduan A dan B dengan A  B. Yang biasanya dibaca “perpaduan A dan B”
Misalkan S = {a, b, c, d} dan T = {f, b, d, g}
               Maka S  T = {a, b, c, d, f, g}
Sesuai dengan definisi perpaduan dua buah himpunan maka S  T = T  S
b.          Perpotongan (irisan)
        Perpotongan himpunan himpunan A dan B adalah himpunan dari elemen elemen yang dimiliki bersama oleh A dan B,yaitu elemen elemen yang termasuk A dan juga termasuk B. Kita nyatakan perpotongan A dan B dengan A  B. Yang biasa dibaca “A irisan B”
Misalkan S = {a, b, c, d} dan T = {f, b, d, g}
                  Maka S  T = { b, d}
Sesuai dengan definisi perpotongan dua buah himpunan maka S  T = T S
c.           Selisih
        Selisih himpunan himpunan  A dan B adalah himpunan dari elemen elemen yang termasuk A tapi tidak termasuk B. Kita nyatakan selisih A dan B dengan A – B. Yang dibaca “selisih A dan B” atau secara singkat “A kurang B”
Misalkan S = {a, b, c, d} dan T = {f, b, d, g}
                Maka S  T = { a, c}
d.          Komplemen
Komplemen dari sebuah himpunan A adalah himpunan dari elemen elemen yang tidak masuk A,yaitu selisih dari himpunan semesta U dan A
Misalkan himpunan himpunan semesta U adalah alfabet dan T = {a, b, c}.
 Maka T’ = {d, e, f, . . . , y, z}
Penggabungan sebarang himpunan A dan komplemennya A’ adalah himpunan semesta, yaitu
A  A’ = U
Selanjutya himpunan A dan komplemennya A’ terpisah yaitu
A A’ =
Komplemen himpunan U adalah himpunan nol  , dan begitu juga sebaliknya yaitu
U’ =       dan    
Komplemen dari komplemen himpunan A adalah himpunan A sendiri. Secara lebih singkat (A’)’ =











BAB 3. METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan
3.1.1   Alat
a. Perangkat komputer atau dapat digantikan dengan laptop atau notebook
3.1.2   Bahan
a.    Software maple 8 ataupun maple 13

3.2     Cara kerja
a.    Menghidupkan tombol power on pada CPU.
b.    Menekan tombol on pada monitor komputer.
c.    Menunggu hingga komputer siap digunakan, lalu double klik pada icon maple 8 yang ada di dekstop atau jika belum ada di layar dekstop maka dapat membuka lembar kerja maple 8 dengan cara start – All program – maple 8
















BAB 4. PEMBAHASAN


4.1 Himpunan
Himpunan adalah suatu koleksi elemen elemen. Elemen elemen ini dapat berupa bilangan, orang, benda mati atau apapun. Secara khusus himpunan adalah sejumlah sesuatu yang dikelompokkan dalam suatu cara tertentu ntuk membentuk suatu keseluruhan.
4.2 Pengaplikasian himpunan
4.2.1 Penulisan Himpunan
Himpunan adalah kumpulan objek objek yang berbeda. Cara menuliskan himpunan ada 2 yakni dengan cara mendaftar dan dengan menyatakan sifat.
Contoh:
Mendaftar anggota himpunan
> A:={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10};
                                            
Dengan menyatakan sifat anggota himpunan
> B:=(hewan,berkaki,2);
                                                           

Dalam himpunan yang memiliki anggota sangat banyak pasti kita akan kesulitan untuk mengetahui suatu bilangan termasuk anggota himpunan tersebut atau bukan,tetapi dalam maple kita dapat dengan mengetahui atau mencari  anggota suatu himpunan. Jika kita ingin mencari suatu anggota dari suatu himpunan maka menggunakan perintah member


Contoh:
> member(6 ,A);
Atau dengan cara memberikan perintah evalb pada worksheet maple,
Contoh:
> evalb(6 in A);
Dalam maple selain kita dapat mencari anggota sebuah himpunan kita juga bisa mencari sebuah bilangan yang telah kita ketahui letak urutannya dalam sebuah himpunan. Misalnya saja kita akan mencari anggota himpunan nomor 2 dari himpunan A.
> A:={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10};
                                           
> A[2];
Jadi anggota himpunan A nomor  urut 2 adalah 2, penghitungan urutan himpunan pada maple bukan hanya bisa dihitung dari depan saja,seumpama kita ingin mencari urutan anggota himpunan A nomor 2 dari belakang, maka kita tulis
> A[-2];
Jadi urutan ke 2 dari belakang pada himpunan A adalah 9.

4.2.2 Operasi pada himpunan
Dalam himpunan juga terjadi operasi operasi matematik seperti hal-nya pada aljabar. Operasi operasi pada himpunan ada 4 yakni:
a.        Penggabungan
b.      Irisan
c.       Komplemen
d.      Himpunan bagian



a.    Penggabungan.
Penggabungan himpunan himpunan A dan B adalah himpunan dari semua elemen elemen yang termasuk dalam A atau B atau keduannya. Dalam maple untuk menggabungkan himpunan A dab B diberika perintah union.
Contoh:
> A:={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10};
                                     
> B:={1,3,5,7,9};
                      
> A union B;
                                

b.    Irisan
Perpotongan himpunan himpunan A dan B adalah himpunan dari elemen elemen yang dimiliki bersama oleh A dan B,yaitu elemen elemen yang termasuk A dan juga termasuk B.
> A:={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10};
                                     
> B:={1,3,5,7,9};
                      
> A intersect B;

c.    Komplemen
Komplemen dari sebuah himpunan A adalah himpunan dari elemen elemen yang tidak masuk A,yaitu selisih dari himpunan semesta U dan A. Dalam maple penulisan komplemen himpunan A dituliskan dengan perintah S minus A.
Contoh:
> A:={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10};
                                     
> B:={1,3,5,7,9};
                      
> S:={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15};
> S minus A;

d.   Himpunan bagian
Himpunan A dikatakan himpunan bagian dari B jika anggota dari himpunan A termuat dalam himpunan B. Dalam maple penulisan himpunan bagian di tuliskan dengan perintah subset.
Contoh:
> A:={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10};
                                     
> S:={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15};
                                                                       
> A subset S;
Ini berati himpunan A memang benar himpunan bagian dari himpunan S.


















BAB 5. PENUTUP


4.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa:
a.    Himpunan adalah suatu koleksi elemen elemen. Elemen elemen ini dapat berupa bilangan, orang, benda mati atau apapun. Secara khusus himpunan adalah sejumlah sesuatu yang dikelompokkan dalam suatu cara tertentu ntuk membentuk suatu keseluruhan.
b.    Himpunan adalah kumpulan objek objek yang berbeda. Cara menuliskan himpunan ada 2 yakni dengan cara mendaftar dan dengan menyatakan sifat. Dalam himpunan juga terjadi operasi operasi matematik seperti halnya pada aljabar. Operasi operasi pada himpunan ada 4 yakni:
a.     Penggabungan
b.    Irisan
c.    Komplemen
d.   Himpunan bagian

4.2 SARAN
a.    Untuk lebih memahami tentang himpunan dan aplikasi maple maka sebaiknya mencari literatur lain yang menjelaskan lebih dalam tentang himpunan dan maple.







DAFTAR PUSTAKA

1.      Lipschutz,Seymour.1995.SET THEORY And related topics.polytecnic institude of brooklyn:Mc Graw-Hill,inc.

2.      J.clark,Frank.1983.mathematics for data processing.Institut teknologi bandung:reston publishing company,inc.


























LAMPIRAN


TUGAS
Buktikan sifat sifat operasi dalam himpunan!
a.       Komutatif
b.      Asosiatif
c.       Idempoten
d.      Identitas
e.       Distributif
f.       Komplementer
g.      De Morgan
> restart;
> S:={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15};
> A:={1,2,3,4,5,6,7,8,9,10};
> B:={1,3,5,7,9};
> C:={1,2,3,5,7};
Komutatif
> A union B;
> B union A;
> A intersect B = B intersect A;
Asosiatif
> (A union B)union C;
> A union (B union C);

> (A intersect B)intersect C = A intersect (B intersect C);
Idempoten
> A union A;
> A intersect A;
> A union S;
                                    
identitas
> A intersect S;
                                                     
distributif
> A union (B intersect C)= (A union B) intersect (A union C);
                                 
> A intersect (B union C)= (A intersect B) union (A intersect C);
                                               
Komplementer

> A union (S minus A);
                                  
> A intersect (S minus A);
De morgan

> S minus (A union S);
> (S minus A) intersect (S minus S);
> S minus (A intersect S);
> (S minus A) union (S minus S);